Kamis, 29 Maret 2012

Spondilitis TB – TB Tulang - TBC Tulang


Saya menulis kisah ini dengan tujuan share dengan para pembaca mengenai penyakit yang saya derita.


Awalnya tahun 2007 saya merasakan sakit di dada sebelah kanan. Saya masih inget, pertama saya merasakan sakit waktu bangun tidur tepatnya tanggal 27 Maret 2007. Saya dulu kerja di salah satu perusahaan di Cikarang.  Karena beberapa hari tak kunjung hilang, saya memeriksakan diri ke dokter.  Waktu itu saya hanya di diagnosa karena maagh. Saya kurang paham apa hubungan antara sakit dada dan magh. Karena sakit tak kunjung sembuh, saya pulang.  Di kampung, saya memeriksakan diri ke dokter lagi, tetapi dengan jawaban yang sama paru paru saya tak didapati ada kelainan. Setelah sekitar 4 hari di rumah, dada saya makin sakit, bahkan pernah nafaspun sakit, akhirnya pagi hari saya ke dokter lagi (tentunya berbeda dengan dokter pertama). Akhirnya setelah diperiksa saya di diagnosa terkena infeksi paru paru. Setelah minum obat, saya tak merasakan sakit lagi.

Setelah obat habis, sakitnya pun kambuh lagi, dan saya pergi ke dokter itu lagi dan di beri obat lagi. saya tak mengerti pasti apakah infeksi paru sama dengan TBC atau bukan. Tapi setelah pemberian obat yang ke 2 saya tak merasakan sakit lagi.

Tahun 2008 saya bertemu dengan dokter spesialis paru disuatu puskesmas di kota tegal.  Beliau melihat saya dan menyarankan saya untuk ronsen dan cek lab untuk memastikan apakah paru paru saya benar benar sehat atau tidak. Tapi saya malah menolak. Waktu itu saya memang merasakan sakit lagi di dada kanan saya. Akhirnya saya hanya di kasih obat.

Tahun 2009 awal, saya merasakan sakit di punggung, tapi lama kelamaan merambat ke pinggang. Saya sempat diurut, karena saya pikir mungkin salah posisi tidur. Tetapi dengan diurutpun sakit tidak sembuh. Waktu itu saya masih suka pergi pergi naik motor ke Jogja, Purwokerto, Tegal dll.  Saya akui, hampir setiap malam keringat dingin selalu keluar, dan berat badan saya turun drastis, dari 54 ke 47 hanya dalam beberapa minggu, padahal porsi makan saya tidak saya kurangi. Karena melihat saya selalu kesakitan, temen saya, ibu saya,  menyuruh aku ke RS, tapi aku yang bandel.

Bulan mei tanggal 22 aku ke RSU.  Saat ke RS aku sudah tidak kuat duduk. Setelah dironsen, dokter menyatakan ada masalah di bagian lumbalnya dan menyuruh aku untuk ke RS yang lebih lengkap.  Akhirnya saya di buatkan rujukan ke salah satu RS swatsa di Jogja. Sebelum ke jogja saya sudah lumpuh.  Saya lumpuh tanggal 4 juni 2009. Jam 16.10 saya merasakan kaki kesemutan. Waktu itu saya akan sholat tetapi sampai di kamar mandi tiba tiba kaki tidak bisa di gerakkan.  Saya pikir karena kesemutan itu yang membuat saya tidak bisa bergerak, dan mungkin hanya beberapa saat saja.  Tetapi ternyata tidak.  Rasa kesemutan itu semakin menjadi jadi. Bahkan pinggang saya makin sakit,  dan bahkan sangat sakit.  Gerakkan tubuh sedikit saja sakit luar biasa.

Tanggal 2 Juli 2009 saya pergi ke RS yang sudah dirujuk dr RSU Kebumen. Dan dokter di RS di Jogja menyarankan saya di operasi, saya didiganosa terkena Spondilitis TB. Akhirnya tanggal 4 saya dioperasi. Saat di RS hampir tiap saat saya berteriak teriak karena memang sakit sekali. Bahkan setelah operasipun saya masih merasakan sakit.  Tanggal 17 Saya pulang dari RS, namun saya masih belum bisa apa apa. Setelah 3 mingguan di rumah, sakit punggung yang saya rasakan hilang, dan saya bisa lebih bebas bergerak.  Tetapi rasa kesemutan itu tak kunjung hilang bahkan sampai sekarang.

Saya terus menerus mengkonsumsi obat anti TB sampai  9 bulanan, selain obat obatan anti TB saya juga mengkonsumsi obat syaraf,  tetapi sepertinya tak ada perubahan yang berarti yang saya rasakan. 

Setelah 9 bulan, saya berhenti minum obat, saya sendiri bingung mau diobati apalagi.  Akhirnya saya berganti terapi alternatif.  Beberapa diantaranya, saya terapi setrum listrik, refleksi, akupunktur, dan bekam, tetapi ternyata masih belum membuahkan hasil.  Saya juga mencoba produk MLM yang katanya sangat manjur saat promosi di rumah saya, tetapi tak ada hasilnya juga, padahal tahu sendiri kan, obat MLM berlipat lipat lebih mahal dari produk biasa.  Saya mencoba tidak hanya 1 macam produk MLM.  Produk MLM yang pernah saya coba diantaranya Xamt*on*, Tian*hi, Mel*ia Na*ure, B*E, U*O,Lu*or, T*hiti*n N*ni J*ice, K-L*nk.

Tanggal 3 Januari 2012 saya ke RSO Solo. Disana saya disarankan harus operasi lagi untuk mengatasi rasa kesemutan dan tulang belakang yang sudah mulai bengkok bengkok. Tetapi saat saya tanya ternyata biayanya sangat mahal. Karena saya sudah kehabisan biaya, saya mencoba mengurus jamkesmas, namun gagal hingga 3 x saya mengurus jamkesmas namun sampai sekarang belum saya dapatkan.



Saya sendiri tak tahu harus bagaimana. Namun kewajiban saya adalah berusaha, sedikit sedikit saya bisa mencari uang diinternet.dan mungkin dari sedikit sedikit itu saya bisa mendapatkan uang untuk berobat. Tetapi saya tidak tahuharus sampai kapan..

Itulah sekelumit tentang penyakit saya.

Dalam sakit saya, banyak diantara orang orang desa saya yang menyatakan saya sakit karena di buat oleh seseorang, namun saya tidak percaya, saya lebih percaya dengan hasil diagnosa dokter yang menyatakan saya terkena spondilitis TB dan sekarng sudah mengarah ke skoliosis spondilitis.

berikut hasil MRI saya


Dalam kesempatan ini, saya hanya bisa memberi saran kepada para pembaca, jangan pernah meremehkan sakit.  Tubuh manusia sudah dilngkapi alarm oleh Sang Maha Pencipta. Alarm itu diantaranya, rasa sakit, rasa kurang nyaman dan seabrek rasa tak nyaman lainnya. Jika alarm itu muncul, pastilah ada yang tidak beres dengan tubuh kita.  semakin cepat penanganannya, insya Allah akan semakin banyak harapan sembuh.  Jangan menunggu seperti saya,baru ke RS setelah parah.

8 komentar:

  1. Wah penyakit kita sama mas bro....!! saya juga kena spondilitis TB tapi saya pada leher.... saya sudah operasi untuk penyedotan TB + pemasang spiral pada leher saya tahun 2010... tapi sampai sekarang saya juga masih sakit dan belum mampu untuk kembali ke RS karena keterbatasan biaya.......!!!!!!!

    BalasHapus
  2. Bisa kirim email mas..kita saling share aja..

    BalasHapus
  3. sabar sabar aj ya mas .saya juga sama 2 senasib, alhamdulilah saya uda sehat sekarang

    BalasHapus
  4. sama :( ... punggung sy sampe bengkok, menekan tulang pinggul n bikin kaki kanan mleset ... omg ternyata memang TB ...

    BalasHapus
  5. maggie.danhakl@healthline.com17 Juli 2014 15.31

    Hi,

    Healthline just designed a virtual guide of the effects of ankylosing spondylitis on the body. You can see the infographic here: http://www.healthline.com/health/ankylosing-spondylitis/effects-on-body

    This is valuable med-reviewed information that can help a person understand how AS will affect their body. I thought this would be of interest to your audience, and I’m writing to see if you would include this as a resource on your page: http://csigitnugroho.blogspot.com/2012/03/spondilitis-tb-tb-tulang-tbc-tulang.html

    If you do not believe this would be a good fit for a resource on your site, even sharing this on your social communities would be a great alternative to help get the word out.

    Thanks so much for taking the time to review. Please let me know your thoughts and if I can answer any questions for you.

    All the best,
    Maggie Danhakl • Assistant Marketing Manager
    p: 415-281-3124 f: 415-281-3199

    Healthline • The Power of Intelligent Health
    660 Third Street, San Francisco, CA 94107
    www.healthline.com | @Healthline | @HealthlineCorp

    About Us: corp.healthline.com

    BalasHapus
  6. Sekarang kondisinya gimana mas? Saya juga abis operasi 2 hari yang lalu tapi rasa kesemutan dan nyetrum2 masih terasa saya jd takut kondisi saya seperti mas rasakan 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba indah operasinya di rumah sakit manaa...
      biaya nya berapa...

      Hapus